Pada artikel kali ini akan membahas mengenai jadilah manusia yang berbudaya. Mengapa seperti itu?
Jadilah Manusia yang Berbudaya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “berbudaya” memiliki arti mempunyai budaya; mempunyai pikiran dan akal budi yang telah maju.
Manusia yang berbudaya adalah seseorang yang menguasai dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etnis dan moral yang hidup dalam kebudayaan masyarakat.
Seseorang yang berpendidikan tinggi dan luas, namun hidupnya tidak bermoral maka orang yang demikian dianggap orang yang berpendidikan tetapi tidak berbudaya.
Insan Indonesia berpendidikan merupakan sekaligus manusia yang berbudaya.
Pengalaman hidup yang membentuk pribadi seseorang, yang dilalui dengan penuh pencerahan, merupakan yang lebih berbudaya.
Terdapat beberapa indikasi mengapa disebut manusia yang berbudaya, diantaranya yaitu :
- Telah mengetahui dan belajar Bahasa Asing
Bahasa merupakan ventilasi budaya. Jika pernah belajar atau memahami bahasa asing, mungkin lebih berbudaya daripada sekitar anda.
Dengan memahami bahasa lain membuka pintu ke cara berpikir yang tidak sinkron dan memungkinkan untuk lebih tahu konteks budaya pada istilah.
Berarti menghargai keragaman dan ingin terhubung dengan orang dari latar belakang yang tidak sama. - Hidup Nomaden (sering berpindah rumah)
Nomaden merupakan kegiatan pindah dari satu daerah ke daerah lain, baik kota, provinsi, maupun negara, mampu memperkaya wawasan tentang budaya yang tidak selaras.
Pengalaman ini membentuk lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih memahami cara hidup orang lain, dan berbagi empati yang lebih dalam.
akan mulai belajar cara beradaptasi, menghargai disparitas, dan mengintegrasikan aspek-aspek baru pada cara pandang sendiri. - Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru
Apabila selalu terbuka terhadap pengalaman baru, baik belajar sesuatu yang baru, bepergian ke kawasan yang belum pernah dikunjungi,.
Atau dapat mencoba kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, ini mendefinisikan bahwa mempunyai sikap yang berbudaya.
Rasa ingin memahami yang tidak pernah padam membagikan bahwa terus mencari cara buat memperkaya diri dengan pengalaman baru serta pengetahuan baru. -
Menghargai Seni
Sudah sebaiknya untuk selalu mampu mengapresiasi karya seni pada bentuk apapun, baik itu musik, lukisan, tarian, atau teater.
Penghargaan terhadap seni membagikan bahwa mempunyai kemampuan untuk menghargai ekspresi kreatif manusia, sebab bagian krusial dari kebudayaan.
Mungkin menemukan keindahan pada hal-hal sederhana, dan memiliki apresiasi yang mendalam terhadap estetika. - Senang membaca buku berbagai genre dan Penulis
Dengan membaca buku, secara alami memperluas pengetahuan dan wawasan budaya. Bacalah buku dari berbagai aliran serta penulis, baik itu novel klasik, kitab sejarah, biografi, atau puisi.
Setiap buku memperlihatkan perspektif yang tidak sama, dan kebiasaan membaca yang luas memungkinkan memahami berbagai sudut pandang.
Pengetahuan yang diperoleh dari membaca menjadikan lebih peka terhadap nuansa budaya serta sejarah yang menghasilkan warga.
- Menikmati kuliner dari berbagai negara
Pengalaman merasakan kuliner dari beraneka macam negara memperkaya pemahaman tentang budaya. Setiap hidangan membawa cerita serta sejarahnya sendiri.
Jika menikmati mencoba makanan baru dan meresapi rasa yang tidak sama, itu menunjukkan bahwa terbuka terhadap pengalaman budaya yang tidak sama. - Terbiasa Berpikir Kritis tentang berita Sosial dan Budaya
Memiliki kebiasaan berpikir kritis mengenai info-info sosial dan budaya. Cenderung menganalisis, mempertanyakan, serta mencari pemahaman yang lebih baik terhadap sebuah informasi.
Ini akan memberikan kedalaman pemikiran dan ketertarikan pada cara dunia bekerja, yang merupakan tanda bahwa mempunyai pandangan dunia yang berbudaya. - Sering berinteraksi dengan orang dari latar belakang yang berbeda
Pengalaman berinteraksi dengan orang berasal banyak sekali latar belakang membentuk lebih peka terhadap disparitas budaya. Belajar untuk berkomunikasi dengan cara menghormati perbedaan serta memahami perspektif yang tidak selaras.
Kemampuan untuk berafiliasi dengan orang dari berbagai macam latar belakang budaya memberikan bahwa mempunyai kecerdasan budaya yang tinggi.
Menjadi berbudaya bukan hanya perihal pengetahuan akademis atau pengalaman yang terlihat.
Hal ini merupakan wacana dalam menjalani hidup dengan kesadaran, penghargaan, dan rasa ingin memahami dunia di sekitar.
