Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
Keuangan UMA
Call Support 0852-7039-1713
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Program Kerja
  • Berita
  • Pengumuman
  • Kerjasama
  • Sarana
    • Prasarana
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Hall Uma
      • Asrama Kampus
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Foodcourt Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Taman Hutan Raya (Tahura)
  • Layanan & Informasi
    • Artikel
    • Aplikasi
      • SUSITAO
      • SITORI
    • Cara Melihat Billing Statement
    • Cara Pembayaran Virtual Account
    • Helpdesk

Persepsi dan Makna dalam Proses Komunikasi: Sebuah Tinjauan Psikologi Kognitif

Home > Artikel > Persepsi dan Makna dalam Proses Komunikasi: Sebuah Tinjauan Psikologi Kognitif

Persepsi dan Makna dalam Proses Komunikasi: Sebuah Tinjauan Psikologi Kognitif

Posted on 5 January 20266 January 2026 by mauliyani
0

Komunikasi merupakan proses fundamental dalam kehidupan manusia yang memungkinkan individu untuk berbagi informasi, gagasan, dan perasaan. Namun, komunikasi tidak sekadar penyampaian pesan dari pengirim ke penerima. Di dalamnya terdapat proses mental yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan persepsi dan pemaknaan pesan. Psikologi kognitif memandang komunikasi sebagai hasil dari aktivitas kognitif manusia, seperti perhatian, ingatan, dan interpretasi, yang sangat memengaruhi bagaimana pesan dipahami.

Persepsi adalah proses awal dalam komunikasi, yaitu ketika individu menerima stimulus melalui indera. Stimulus tersebut dapat berupa kata-kata, suara, ekspresi wajah, atau gerak tubuh. Menurut psikologi kognitif, persepsi bukanlah proses pasif, melainkan proses aktif di mana otak menyeleksi, mengorganisasi, dan menafsirkan informasi. Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap stimulus yang sama karena dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya, pengetahuan, emosi, serta harapan. Oleh karena itu, pesan yang disampaikan oleh komunikator belum tentu dipersepsikan secara sama oleh komunikan.

Setelah persepsi terbentuk, proses berikutnya adalah pembentukan makna. Makna merupakan hasil interpretasi individu terhadap pesan yang diterima. Dalam perspektif psikologi kognitif, makna dibangun melalui skema kognitif, yaitu struktur pengetahuan yang tersimpan dalam memori. Skema ini membantu individu memahami informasi baru dengan mengaitkannya pada pengalaman yang telah dimiliki. Namun, skema yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan makna. Misalnya, istilah atau simbol tertentu dapat dimaknai secara berbeda oleh individu dengan latar belakang budaya atau pendidikan yang tidak sama.

Proses komunikasi sering kali mengalami hambatan ketika terjadi perbedaan persepsi dan makna. Kesalahpahaman muncul bukan karena pesan tidak disampaikan, melainkan karena pesan tersebut ditafsirkan secara berbeda. Psikologi kognitif menjelaskan bahwa keterbatasan kognitif, seperti perhatian yang terbagi atau bias kognitif, juga berperan dalam distorsi makna. Bias kognitif membuat individu cenderung menafsirkan pesan sesuai dengan keyakinan atau sikap yang telah dimiliki sebelumnya, bukan berdasarkan maksud sebenarnya dari komunikator.

Selain itu, emosi juga memengaruhi persepsi dan makna dalam komunikasi. Emosi tertentu dapat memperkuat atau melemahkan pemrosesan informasi. Misalnya, seseorang yang sedang marah cenderung menafsirkan pesan netral sebagai ancaman. Hal ini menunjukkan bahwa proses kognitif dan afektif saling berinteraksi dalam membentuk makna komunikasi.

Dengan demikian, persepsi dan makna merupakan dua unsur penting dalam proses komunikasi yang tidak dapat dipisahkan. Tinjauan psikologi kognitif menunjukkan bahwa komunikasi bukan hanya persoalan bahasa, tetapi juga proses mental yang kompleks dan subjektif. Memahami peran persepsi dan makna dapat membantu individu berkomunikasi secara lebih efektif, mengurangi kesalahpahaman, serta meningkatkan kualitas interaksi sosial dalam berbagai konteks kehidupan.

Pencarian

Berita
Wisuda Periode I Tahun 2026, Rektor UMA: Dunia Kerja Menilai Kemampuan Beradaptasi dan Kontribusi
Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui...
Pascasarjana UMA Jalin Silaturahmi dengan Pemko Medan
Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui audiensi dan silaturahmi bersama Pemerintah Kota Medan. Kunjungan...
Bekali Calon Wisudawan Hadapi Dunia Kerja, UMA Sukses Mengadakan PMDK Periode 1 Tahun 2026
Universitas Medan Area (UMA) melalui Biro Pengembangan Inovasi dan Karir (BPIKA) sukses menyelenggarakan kegiatan Persiapan Memasuki Dunia Kerja (PMDK) Periode 1 Tahun...
Melalui Audiensi dan Promosi Program Studi, Pascasarjana UMA Perkuat Sinergi dengan PTPN IV Regional I Medan
Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri melalui kegiatan audiensi dan promosi program studi yang...

Lokasi Bagian Keuangan Universitas Medan Area

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168
Call Center : 0811-6013-888
Kampus II
Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
Telepon : (061) 42402994
© 2026 - Keuangan Universitas Medan Area