Istilah “Menuju Green Digital University” umumnya merujuk pada bagaimana upaya sebuah universitas untuk menjadi kampus hijau (green campus) yang berbasis teknologi digital.
Hal ini berarti memadukan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan transformasi digital di seluruh aspek kegiatan kampus.
Mulai dari bagaimana sistem operasional, akademik, sampai budaya sivitas akademika.
Menuju Green Digital University
Untuk menuju green digital university, banyak ide cemerlang yang dapat direalisasikan.
Berikut ini merupakan konsep dan ide strategis yang bisa digunakan untuk menuju Green Digital University, diantaranya yaitu :
- Pendidikan dan Riset
Dengan melakukan pendidikan dan riset secara detail sebelumnya, maka akan terjadi integrasi pendidikan berkelanjutan dalam kurikulum lintas program studi.
Riset dan inovasi di bidang green technology dan digital sustainability juga sangat diperlukan.
Adanya kolaborasi dengan industri dan pemerintah untuk melaksanakan proyek percontohan kampus hijau digital. - Bagaimana Visi dan Kebijakan yang akan diambil
Visi merupakan gambaran ideal atau cita-cita jangka panjang yang ingin dicapai oleh suatu organisasi, forum, individu di masa depan.
Sedangkan kebijakan ialah serangkaian prinsip, aturan, atau pedoman tindakan yang ditetapkan untuk mewujudkan visi tersebut.
Untuk dapat memilah visi dan kebijakan, beberapa hal ini dapat dilakukan, diantaranya yaitu :
– Menetapkan visi kampus hijau serta digital pada rencana strategis universitas.
– Membuat komite Green Digital University lintas bidang (TI, lingkungan, akademik, infrastruktur).
– Menetapkan apa saja indikator keberhasilan dari visi dan kebijakan yang diambil, misalnya: pengurangan emisi karbon, efisiensi energi. - Budaya dan Keikutsertaan
Dengan membentuk budaya sadar lingkungan berbasis data, menyediakan dashboard hijau kampus.
Membuat kegiatan penghargaan untuk fakultas, mahasiswa, atau staf yang aktif berpartisipasi.
Memberlalukan komunikasi digital yang transparan tentang capaian keberlanjutan kampus hijau. - Energi dan Infrastruktur Hijau
Bersedia memakai tenaga terbarukan, misalnya panel surya, dan biomassa. Dapat mengoptimalkan efisiensi energi pada gedung dan perangkat TI, misalnya penggunaan smart lighting, dan pendingin hemat tenaga.
Menerapkan green building concept pada pembangunan fasilitas baru.
Menyediakan digital tracking untuk limbah kampus, serta penggunaan kembali perangkat IT yang terbengkalai. - Digitalisasi untuk Efisiensi dan Keberlanjutan
Digitalisasi merupakan proses memperbaharui sistem, layanan, atau aktivitas dari format analog/manual menjadi digital.
Dalam segala konteks, digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi.
Tetapi juga transformasi cara berpikir serta bekerja supaya lebih efisien, transparan, serta berkelanjutan.
Kegiatan ini dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dari proses digitalisasi, diantaranya yaitu :
– Otomatisasi proses yaitu mengurangi pekerjaan manual melalui sistem digital, misalnya pengarsipan digital.
– Akses data real-time yaitu pengambilan data dan keputusan menjadi lebih cepat serta seksama dengan analisis data digital.
– Melakukan kerja sama jarak jauh yang memungkinkan koordinasi lintas lokasi serta waktu tanpa mengorbankan produktivitas.
– Penghematan biaya karena dapat mengurangi penggunaan kertas.
– Virtual Learning yaitu mendorong pembelajaran daring dan hybrid untuk mengurangi jejak karbon dari mobilitas. - Aktif Melakukan Monitoring dan penilaian
Melakukan audit berkelanjutan tahunan yang berbasis digital.
Dengan menerapkan sistem green digital pada sebuah dashboard untuk dapat memantau pemakaian energi, air, limbah, serta emisi karbon secara real-time.
Aktif melaporkan keberlanjutan kampus hijau yang terintegrasi dengan sistem informasi yang berada dalam sebuah universitas.
