Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara menabung bagi generasi Z. Generasi Z atau Gen Z memiliki beberapa sifat yang mencolok dalam hal mengelola keuangan, salah satunya Gen Z disebut malas menabung.
Generasi Z
Terdapat 3 kenyataan yang menjadikan generasi Z sulit mengelola keuangan dengan bijak, diantaranya yaitu karena :
- Mentalitas hidup hanya sekali alias You Only Live Once (YOLO)
- Takut ketinggalan tren alias Fear of Missing Out (FOMO)
- Risih dengan pendapat orang lain alias Fear of Other People’s Opinion (FOPO)
YOLO membentuk gen Z penekanan di kesenangan semata menggunakan alasan karena hidup hanya sekali. Hal inilah yang membuat gen Z malas untuk menabung dan berinvestasi, lebih memilih untuk menghabiskan uangnya.
Gen Z yang masih berusia pada bawah 30 tahun, serta punya banyak waktu untuk menabung dan membuatkan kebiasaan finansial yang cerdas. Gen Z dapat mengabaikan tekanan dari media sosial atau orang-orang sekitar serta melakukan yang terbaik untuk hidup.
Situasi keuangan setiap orang tidak sama. Bila fokus pada diri sendiri serta mengerjakan apa yang dapat dikendalikan, maka akan menjadi lebih baik. Menabung itu bagus, tetapi disiplin dalam mengelola uang jauh lebih baik. Masa muda Gen Z menjadi alasan yang lebih kuat untuk mulai menabung mulai kini.
Saat masih belia, terdapat dua cara untuk menciptakan kekayaan. Telah mempunyai kekayaan, lalu menjadi lebih kaya, dan itu mengagumkan. Atau yang ke 2, punya banyak waktu. Bahkan jika menabung dan menginvestasikan sedikit saja sekarang, itu akan berkontribusi dan bertambah menjadi jumlah tabungan yang sangat signifikan di masa depan.
Menabung bagi Generasi Z
Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menabung, berikut ini beberapa cara menabung bagi generasi Z, diantaranya yaitu :
- Simpan uang yang relatif cukup untuk masa-masa sulit
Meskipun belum membentuk disiplin finansial, setidaknya wajib menabung untuk beberapa skenario terburuk, seperti kehilangan pekerjaan. Hal ini yang dianggap sebagai dana darurat. Mungkin akan terlihat seperti menyisihkan uang untuk menutupi biaya hidup selama 3 hingga 6 bulan.
Tujuan yang lebih ambisius yaitu biaya hidup selama 6 hingga 9 bulan. Namun apa pun itu, pikirkan perihal apa yang mungkin dibutuhkan untuk bertahan hidup apabila arus kas terganggu.
Hal ini merupakan pandangan baru yang baik untuk mulai memikirkan dimana ingin menempatkan uang tadi serta apa tujuan dari tabungan tersebut. - Mengelola honor bulanan
Tidak selalu ada pendekatan yang cocok untuk semua orang dalam menabung, tetapi dapat mulai berpikir untuk disiplin secara finansial dengan memantau biaya pengeluaran dan uang yang tersisa.
Katakanlah mempunyai residu uang Rp 200.000, selesainya menutupi seluruh pengeluaran untuk bulan tersebut. Lebih baik memikirkan perihal cara mengelola uang itu, daripada menghabiskannya.
Ini bukan praktik yang rumit, namun membantu melatih otak untuk merogoh langkah mundur dan memikirkan tujuan serta masa depan. Apabila memiliki minggu yang baik, mungkin tergoda untuk memanjakan diri dengan berbelanja secara impulsif.
Namun, terdapat baiknya untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan bagaimana hal itu akan memengaruhi tujuan finansial yang telah diputuskan untuk diri sendiri.
Jika lebih senang memakai persentase, metode awam yang digunakan merupakan metode 50-30-20 untuk membagi honor, yakni menyisihkan 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk cita-cita, dan 20 % untuk tabungan.
Tetapi, jika sudah berusia 20-an, sesuaikan persentase tadi dengan menyisihkan 25% untuk tabungan, setidaknya selama 10 tahun. -
Melakukan Penilaian terhadap tujuan
Setelah menabung cukup banyak untuk hidup dengan nyaman setidaknya selama 3 bulan, inilah saatnya untuk menetapkan beberapa tujuan, seperti melunasi utang, membeli rumah, atau menabung untuk masa pensiun.
Beberapa rekomendasi untuk mempertimbangkan 3 aspek dari masa depan keuangan, diantaranya yaitu biaya yang akan dikeluarkan untuk mencapai tujuan keuangan dan waktu yang diharapkan untuk mencapainya, kapan ingin mencapai setiap tujuan, dan tujuan mana yang ingin diprioritaskan,
Prioritas membantu menentukan tujuan mana yang akan didanai lebih awal atau lebih besar daripada tujuan lainnya. Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, bisa mulai membentuk rencana tabungan efektif yang sesuai dengan gaya hidup serta masa depan yang dibayangkan.
