Pada artikel kali ini akan membahas mengenai sebagai generasi muda jangan bersifat konsumtif dan fomo terhadap sesuatu. Karena hal ini dapat memicu sifat boros dalam diri ketika masih berusia muda.
Jangan bersikap konsumtif serta fomo
Era media sosial yang serba cepat ini, mudah sekali terjebak pada pusaran gaya hidup konsumtif dan FOMO (Fear of Missing Out). Dibombardir dengan gambar serta cerita perihal orang-orang yang sepertinya selalu mempunyai barang-barang teranyar, perjalanan ke tempat-tempat eksotis, serta menjalani kehidupan yang tepat.
Hal ini dapat memicu perasaan iri dan tidak cukup, mendorong untuk terus-menerus membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, demi mengimbangi kehidupan orang lain. Padahal, kebahagiaan sejati tidak terletak pada kepemilikan materi atau validasi asal orang lain.
Kebalikannya, fokuslah pada rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki, kembangkan hobi serta minat yang berarti, serta bangun hubungan yang kuat dengan orang-orang terkasih. Dengan menentukan untuk hidup secara sadar serta melepaskan diri dari jeratan konsumerisme serta FOMO, dapat menemukan kedamaian dan kepuasan yang hakiki.
Terkadang manusia cenderung bersenang-senang untuk menghabiskan penghasilannya untuk berfoya-foya. Mengatur keuangan masih menjadi duduk perkara yang relatif berat. Kurangnya pencerahan dan pemahaman dari banyak orang, menyebabkan norma jelek seperti boros, konsumtif, serta impulsif terhadap sesuatu.
Bagi kalangan remaja yang masih labil, gaya hidup yang diikuti cenderung Fomo untuk mengikuti animo yang ada saat ini. Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengelola keuangan agar tidak boros, yaitu diantaranya :

- Jangan bersikap konsumtif serta fomo
Fear of missing out atau fomo merupakan fenomena ketika seorang takut tertinggal oleh orang lain. Ketakutan ini mirip takut akan tertinggal oleh zaman baik berasal segi fesyen, gaya hidup, bahkan norma yang dimiliki oleh orang lain.
Hal tersebut akan menyebabkan gaya hidup konsumtif serta bersifat hedon dalam memenuhi gengsi dan keinginan semata. Seharusnya, bisa lebih bijak pada menentukan kebutuhan dan harapan. -
Membentuk aturan pengeluaran dana
Pengeluaran yang diperlukan setiap bulannya harus memiliki perhitungan khusus supaya tidak melebihi budget yang dimiliki. Menentukan budget tadi dapat dilakukan dengan cara membuat list kebutuhan dengan jumlah yang sempurna dan sesuai.
Hal lain yang dapat dilakukan merupakan dengan menyisihkan 15-20% pendapatan untuk ditabung pada dana darurat. - Memutuskan tujuan untuk menabung
Memantapkan diri untuk menabung sejak usia dini adalah suatu hal yang sangat diharapkan. Menabung memiliki dampak yang sangat baik bagi kehidupan manusia. Memerlukan tujuan supaya aktivitas menabung yang dilakukan mampu berjalan serta mencapai sasaran yang diinginkan. - List Kebutuhan serta planning Pengeluaran
Bagi yang tidak ingin hidup boros, maka sebaiknya mendetailkan rencana pengeluaran. Jika tidak punya utang, maka langsung diamkan 30% dari gaji untuk disimpan serta ditabung dalam rekening yang tidak sama. - Selalu menerapkan hidup irit
Hidup hemat merupakan kunci dari kekayaan. Irit yang dimaksud merupakan memangkas segala kebutuhan yang tidak diperlukan. Harus bisa membiasakan hidup hemat dengan tak berbelanja barang dan kuliner yang tak dibutuhkan pada list kebutuhan. - Menentukan prioritas keuangan
Prioritas keuangan harus ditentukan atas dasar kebutuhan. Kebutuhan tadi wajib disesuaikan dengan budget yang sudah ditentukan. Dasarnya harus memprioritaskan kebutuhan pokok daripada mengedepankan cita-cita eksklusif semata. - Menikmati hidup secara sederhana
Hidup secara sederhana tanpa memikirkan beban serta utang adalah hasrat yang diinginkan oleh banyak orang. Cara untuk mewujudkan hal tersebut ialah dengan tidak melakukan pemborosan serta hidup secara berlebihan. Tujuannya untuk terciptanya kenikmatan hidup setiap harinya.
Demikian pembahasan mengenai jangan konsumtif dan fomo terhadap sebuah barang ataupun keinginan yang dirasa belum perlu, karena hidup dan keuangan akan terus dibutuhkan di masa depan.
