Pada artikel kali ini akan membahas mengenai tips bagaimana untuk balita yang tidak bisa diam. Balita, dengan tenaga mereka yang tak terbatas serta rasa ingin tahu yang tidak terpadamkan, seringkali tampak tidak bisa diam.
Pada tahap perkembangan yang penting ini, balita secara alami tertarik untuk menjelajahi dunia mereka dan belajar mngenai segalanya di sekitar mereka.
Balita Tidak Bisa Diam
Aktivitas serta gerakan terus-menerus ialah bagian krusial dari proses belajar serta perkembangan mereka.
Balita memiliki cita-cita bawaan untuk berkecimpung. Mereka terus-menerus menjajaki lingkungannya, memanjat, berlari, melompat, dan merogoh benda-benda.
Gerakan-gerakan ini membantu mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi, serta keseimbangan mereka. Mereka belajar ihwal sebab dan akibat, dan korelasi spasial, saat mereka berinteraksi dengan dunia fisik.
Selain kebutuhan fisik untuk beranjak, balita juga dipenuhi dengan rasa ingin memahami serta harapan untuk belajar. Mereka terus mengajukan pertanyaan, mengamati lingkungannya, dan menyerap berita.

Mereka membutuhkan banyak rangsangan supaya tetap terlibat serta belajar. Gerakan membantu mereka memproses berita baru, melatih konsentrasi mereka, dan menaikkan pemahaman.
Memfasilitasi gerakan serta eksplorasi yang safety sangat penting untuk perkembangan anak yang optimal.
Orang tua dan pengasuh wajib menyediakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik, seperti taman bermain, peralatan bermain, serta ruang terbuka di mana balita bisa berkecimpung bebas.
Dengan memberikan banyak kesempatan buat bergerak, orang tua dapat membantu balita belajar, berkembang, dan berkembang menjadi individu yang sehat dan senang.
Selama masa tumbuh kembangnya, anak balita wajib belajar meregulasi emosinya. Hal ini bertujuan supaya anak bisa belajar mengenal emosinya sendiri, juga mengatur emosinya sewaktu dewasa.
Tak semua anak mampu bersikap diam serta tenang seperti anak pada umumnya. Sebagai akibatnya, lebih menentukan untuk bereaksi saat anak merasa sensitif.
Menangani Balita yang Tidak Bisa Diam
Kondisi ini dikenal dengan sebutan disregulasi, dimana anak membutuhkan waktu lebih lama untuk bersikap diam serta hening. Berikut ini beberapa tips untuk menangani balita yang tidak bisa diam, diantaranya yaitu :
- Validasi Perasaan Anak
Jangan lupa untuk memvalidasi perasaan anak sangatlah penting. Menggunakan validasi, anak akan merasa bahwa apa yang dirasakan olehnya ternyata benar-benar diketahui oleh ibunya.
Sehingga, jadi ikut mencicipi apa yang anak rasakan. Coba dengarkan dan pahami apa yang anak balita benar-benar rasakan. Kemudian coba bantu tenangkan serta atasi emosi yang mungkin sedang dirasakannya. - Memberi penjelasan tentang Emosi
Bantu anak untuk mengungkapkan terkait apa itu emosi serta cara kerjanya. Contohnya ketika menangis histeris, seseorang tidak akan langsung mampu damai serta terdapat langkah-langkahnya.
Selain itu, jelaskan bahwa seluruh emosi itu bukanlah hal yang negatif dan emosi yang hiperbola justru tak baik. Apa yang anak balita nikmati bisa diatasi dengan cara mengidentifikasi emosi tadi.
Bila telah mengidentifikasinya, maka akan semakin praktis untuk mengatasi emosi yang sedang dialami. - Memberi 2 Opsi
Bila anak balita tidak mampu diam, mungkin mampu coba menyampaikan opsi untuk meredakannya.
Contohnya, bersiap untuk tidur dan membaca buku cerita beserta-sama atau bersiap untuk tidur pada saat 10 menit tapi tak terdapat buku cerita.
Opsi yang lainnya yaitu pergi bersama ibu untuk berbelanja atau pulang bersama ayah untuk menjemput adik. -
Beri Contoh yang Baik pada Anak
Perlu diingat, anak belajar segalanya dari orangtuanya sendiri. Jadi, penting buat mempraktikkan depan anak bagaimana cara meregulasi emosi dengan baik serta benar.
Contohnya ketika anak sedang gugup, Ibu bisa ikut menenangkannya dengan menarik napas selama 10 dtk, kemudian beritahu apa jenis emosi yang sedang dialaminya.
Atau saat anak merasa putus harapan, ajak anak untuk pergi ke tempat yang sepi dan cukup ruang, kemudian minta anak untuk menenangkan ketua selama beberapa menit. - Coba abaikan
Memvalidasi perasaan anak terlalu sering justru bukanlah hal yang baik. Terlebih saat anak balita tidak bisa diam, tantrum, mengeluarkan istilah-istilah kurang berkenan, atau bahkan meraung tanpa alasan.
Ibu wajib tahu, anak biasanya melakukan ini supaya diperhatikan oleh orang-orang disekitarnya. Jika ini terjadi, terdapat kalanya Ibu perlu mengabaikannya.
