Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana menghandel tantrumnya seorang anak. Menangani tantrum anak adalah tugas yang menantang, tetapi krusial untuk melakukannya dengan penuh pengertian dan ikut merasakan.
Tantrum merupakan ledakan emosi yang umumnya dimulai saat anak tidak menerima apa yang diinginkannya. Mereka mungkin menangis, berteriak, menendang, atau melempar benda.
Menghandel Tantrumnya Seorang Anak
Menghadapi tantrum dengan cara yang konstruktif dapat membantu anak-anak belajar mengatur emosi mereka dan mencegah ledakan serupa pada masa mendatang.
Tantrum merupakan hal yang umum terjadi pada anak. Anak-anak mulai berbagi rasa diri dan asa mereka sendiri, tetapi belum memiliki cara untuk mengkomunikasikan kebutuhan serta harapan dengan tepat.
Hal ini bisa mengakibatkan frustrasi serta kemarahan yg memuncak pada tantrum. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghandel tantrumnya seorang anak, diantaranya yaitu :

- Tetap tenang
Merupakan hal yang krusial. Anak-anak cenderung mengikuti emosi orang tua atau pengasuhnya. Bila bereaksi dengan murka atau putus harapan, hal ini hanya akan memperburuk situasi.
Kebalikannya, ambil napas dalam serta mencari tahu apa yang mengakibatkan tantrum. - Mengetahui penyebab tantrum terlebih dulu
Terdapat beberapa alasan yang membuat anak mendadak tantrum, biasanya karena kecewa pada suatu hal, tidak menerima apa yang diinginkan, kelelahan terhadap aktivitasnya, anak sedang lapar, maupun perubahan rutinitas. - Alihkan perhatian anak dengan hal lain
Dengan begitu, anak dapat memecah tantrum dan memberi mereka kesempatan untuk menenangkan diri. Cobalah memberikan mainan atau bawa mereka keluar jalan-jalan sebentar. - Berikan ruang pada anak
Dengan memberikan anak ruang untuk melampiaskan emosi, jangan mencoba untuk menghentikan tantrum secara paksa.
“Diam atau nanti Mama tinggal.” merupakan kalimat ancaman yang bisa membentuk anak semakin bingung dan memperparah tantrum. -
Validasi perasaan anak
Biarkan anak tahu bahwa memahami perasaan mereka, meskipun tidak setuju dengan sikap mereka.
- Cobalah memutuskan batasan
Jelaskan kepada anak bahwa tantrum tidak bisa diterima, bahwa mereka perlu menenangkan diri. Biarkan mereka mengetahui konsekuensi dari terus mengamuk, seperti saat istirahat atau hilangnya sesuatu. - Berikan pilihan
Bila memungkinkan, berikan anak pilihan untuk membantu mereka merasa lebih terkontrol. - Hindari rasa ingin menyerah
Jangan menyerah pada permintaan anak selama tantrum. Ini hanya akan memperkuat sikap tantrum. Menuruti permintaan anak saat tantrum mampu membuahkan pengulangan tantrumnya. - Berikan pelukan
Sesudah tantrum mereda, peluk anak. Usap pundaknya perlahan. Bicaralah menggunakan gaya yang tenang. Ajak anak untuk menarik napas serta menghembuskannya secara teratur, kemudian ulangi beberapa kali.
Menghandel tantrumnya seorang anak membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Hal ini mampu terjadi kapan saja serta dimana saja.
Dengan tahu penyebab tantrum serta menerapkan strategi yang tepat, dapat membantu untuk belajar mengelola emosi dengan cara yang sehat.
Mengabaikan tantrum terkadang mampu efektif. Bila tantrum ditimbulkan oleh cita-cita untuk menerima perhatian, mengabaikannya dapat membagikan pada anak bahwa sikap tersebut tidak berhasil.
Pastikan untuk mengawasi anak dari kejauhan untuk memastikan mereka aman.
