Cuaca merupakan bagian dari proses alam yang dapat berubah rubah akan tetapi jika perubahan tersebut melebihi normal nya, dampaknya bisa membawa gangguan serta kerusakan. Kondisi cuaca seperti suhu, kelembaban, angin dan pengendapan bila berubah secara tidak normal akan mengakibatkan terjadinya kejadian cuaca atau weather event. Kondisi cuaca dapat berlangsung cepat (severe weather) dan ada pula yang berlangsung untuk beberapa waktu (extreme weather). Namun, keduanya ini dapat mempengaruhi semua moda transportasi yaitu pada pengoperasian kendaraannya (vehicle) baik itu kendaraan roda dua/empat, bis, kereta api, kapal laut dan pesawat. Pada moda transportasi udara dimana pengoperasian pesawat dilakukan di darat maupun diudara, kejadian cuaca dapat berarti penundaan keberangkatan dan kedatangan pesawat serta dapat yang lebih buruk lagi yaitu insiden dan kecelakaan.
Beberapa kejadian cuaca yang dapat mempengaruhi operasional penerbangan seperti petir, angin topan, badai salju dan juga beberapa lainnya yaitu:
Cumulonimbus
Awan Cumulonimbus yang oleh beberapa pihak dijuluki sebagai “The King of Clouds” ini biasanya menjadi awal mula dari hempasan angin microburst yang merupakan hempasan angin dari awan yang mengarah ke permukaan atau daratan (downdraft) dan sangat membayakan pesawat yang melintasinya. Awan ini menjulang tinggi dan berserabut pada pinggirannya serta bagian atasnya seperti paron (anvil) dan menjadi sebab dari beberapa keadaan cuaca seperti petir, hujan es dan guntur (geledek) serta hujan lebat.
Microburst
Walau biasanya tidak berlangsung lama namun hempasanya dapat mengantarkan segala benda yang berada di dalam kolom hempasan tersebut terdorong ke bawah hingga 6,000 feet per menit tak terkecuali pesawat. Setidaknya tercatat ada dua pesawat yang mengalami kecelakaan akibat microbust ini yaitu pesawat Boeing B-727 miliki Eastern Airlines pada tahun 1975 dan pesawat Lockheed L-1011 milik Delta Airlines pada tahun 1985.
Wind Shear
Wind shear atau pergeseran/perubahan arah dan kecepatan angin dengan cepat baik secara horizontal maupun vertikal serta dapat terjadi di setiap ketinggian terbang. Namun yang paling membahayakan bagi pesawat ketika terjadi pada saat pesawat hendak lepas landas dan mendarat.
Hujan dan Kabut
Hujan memang normal terjadi pada musimnya namun bila intensitasnya tinggi maka dapat mengakibatkan kejadian cuaca berupa banjir dan tanah longsor. Banjir yang diakibatkan oleh hujan badai mempengaruhi lancarnya layanan darat di bandara baik terhadap pesawat itu sendiri maupun penumpang dan barang bila tidak terdapat drainase yang cukup untuk mencegah genangan air dilandasan pacu. Pesawat juga memerlukan panduan untuk memposisikan pesawat di tempat parkir di apron bandara (marshalling), ketika hujan deras atau hujan salju turun maka dapat menghambat para personnel darat dalam melakukan tugasnya masing masing ternasuk marshalling tersebut. Kabut juga sama memiliki pengaruh dengan hujan namun lebih kepada jarak pandang, ketebalan kabut dapat membawa pengaruh pada pengoperasian pesawat baik di darat maupun didarat.
